Jumat, 22 Juni 2018

Posted by Unknown in | 03.52 1 comment

Oleh : Tika Dian Pangastuti

Judul Buku                  : TAN Sebuah Novel                         
Halaman Buku            : 427 hlm                            
Penulis                         : Hendri Teja
Penerbit                       : JAVANICA
ISBN                           : 978-602-6799-06-7
Tahun  Terbit               : Februari 2016















Lahir dengan nama Ibrahim pada masa paceklik. Hidup di Nagari Lumuik Suliki Minangkabau dengan ajaran agama Islam serta adat yang kuat, gelar Datuk Pamuncak telah disandangnya pada usia yang masih muda. Rela tercampak dari tanah adat, dengan gairah pengetahuan yang besar mendorongnya untuk berlayar Ke Nederland. Semangat perjuangan yang mengedepankan kesadaran terhadap kaum yang terjajah melalui tulisan, pendidikan masyarakat dan mengorganisir para kaum buruh, membuat Tan terkenal dengan nama pena Tan Malaka.

Dari kota-kota di Nederland, ia terus belajar menyesuaikan lingkungan dan alam serta mengobarkan semangat perlawanan terhadap kaum penjajah. Dalam perjalanannya, ia selalu berhadapan dengan kapitalis perkebunan, sindikat pengusaha gula dan Gubernur Jenderal Hindia. Dalam kejaran polisi maupun keluar masuk penjara. Semua tak mengurangi rasa ketakutannya untuk berjuang atas nama kesadaran.

Novel ini sedikit memberi pencerahan untuk generasi saat ini yang memerlukan tokoh inspirasi dalam membangun arti sebuah perjuangan, berkelompok dan berpihak kepada masyarakat serta kaum yang tak berpunya. Penggunaan alur maju, secara runtut dikisahkan menjadi lima sub-judul, yang setiap sub judulnya pembaca diarahkan untuk memecahkan persoalan demi persoalan serta menemukan jalan keluar yang membelit kaum terjajah dimasa itu. Setiap sub-judul memenuhi unsur-unsur pembangun novel seperti : pengenalan tokoh (Orientasi) pada sub-judul pertama sangat jelas dipaparkan tokoh-tokoh pendukung dalam cerita, Pengenalan masalah (Rising Orientasi) berawal dari kegelisahan Tan merasakan penderitaan kaum terjajah dengan dijadikannya kuli kasar dinegeri sendiri dan lalu memutuskan untuk pergi ke Nederland untuk memperkuat ilmu pengetahuan, konflik (Conflict) ketika Tan bersinggungan dengan Pemerintah Hindia Belanda dalam hal negosiasi, perundingan, melaksanakan kongres dengan kawan-kawan seperjuangan, selisih paham dengan rekan-rekan perjuangan maupun oposisi hingga sedikit bumbu romansa yang memperlengkap jalannya alur cerita, serta akhir penyelesaian (Re-Orientasi), dipengujung cerita disajikan penulis bahwa Tan tertangkap kemudian akan diasingkan ke Digul, setelah perjuangan panjang mendidik, menggerakan massa dan bertaruh pada penyakit menahunnya yang enggan berkompromi.

Penyisipan bahasa Minangkabau, Belanda, serta gaya bahasa penulisan yang khas perjuangan, membuat novel ini semakin hidup. Pembaca seolah diajak hidup pada masa itu dan mengikuti proses pengorganisiran dan mengalami apa yang dirasakan dalam tokoh-tokoh cerita tersebut. Namun ada yang membuat janggal pada novel ini, saat  memaparkan kisah romansa pejuang yang melibatkan dua perempuan tangguh, yang turut menemani perjuangan Tan. Ini sedikit terkesan membuat pembaca tidak mengadopsi penuh nilai-nilai berjuang yang sesungguhnya, bahkan berbeda sekali dengan tulisan-tulisan perjuangan Tan Malaka pada buku legendaris Madilog, Aksi Massa serta Rencana Ekonomi Berjuang. Pembaca menemukan hal ini pada sub-judul 4 halaman 308 dan 309, agaknya begitu mengurai romansa. Sehingga cenderung tidak menggiring pembaca untuk ayo…berbuat sesuatu sekarang yang kita bisa untuk bangsa saat ini. Pesan edukasi dalam novel ini tersaji hanya secara garis besar, berjuang bersama dalam tim komando yang sejalan untuk cita-cita yang besar.

Pada sub-judul ke 5, Lelaki yang mengatur perkara, pada halaman 412-414 cenderung monoton, menceritakan selisih paham antar kawan yang menimbulkan konflik dan pada akhirnya hanya kembali mengurai kisah romansa dan kemudian kembali ke situasi masalah yang sebenarnya. Diakhir cerita pembaca tidak menemukan sense atau kejadian terduga, dari sekian rangkaian peristiwa yang telah diurai. Pembaca merasakan sub judul terakhir masih menggantung, maka perlu ada edisi II novel Tan.




1 komentar:

  1. Thank you in advance min.
    For friends who recommend the best game specifications, plea

    BalasHapus

Search

Bookmark Us

Delicious Digg Facebook Favorites More Stumbleupon Twitter