Mak…pergi dulu kataku
Tugas besar menanti tanggung jawabku
Tanpa firasat ku titip satu doa untuk negeri ini
Dibalik
jurang menara pencakar langit
Aku
berteman langkah dan waktu
Hingga
ke tugu tugasku ditempatkan
Tak lama… bunyi
laras susul hantaman tikai yang tak mereda
Merobek robek perasaan bangsa yang tengah sakit
sosial,ekonomi hukum.
Manusia tak bersalah jatuh tergilas darah
Darah yang sia sia dari sebuah tragedi
Melindungi bangsa segenap tumpah darah
tertib dunia dasar damai abadi
Belum jadi kehendak besar
Ya…karna rumah kami sedang kecolongan
Serpong, 15 Januari 2016
Keterangan:
Puisi dibuat sebagai duka penulis atas tragedi Sarinah Jakarta, 14 Januari 2016



0 komentar:
Posting Komentar