Jumat, 22 Juni 2018

Posted by Unknown in | 04.17 No comments
Mak…pergi dulu kataku
Tugas besar menanti tanggung jawabku
Tanpa firasat ku titip satu doa untuk negeri ini

Dibalik jurang menara pencakar langit
Aku berteman langkah dan waktu
Hingga ke tugu tugasku ditempatkan

Tak lama… bunyi laras susul hantaman tikai yang tak mereda
Merobek robek perasaan bangsa yang tengah sakit sosial,ekonomi hukum.
Manusia tak bersalah jatuh tergilas darah
Darah yang sia sia dari sebuah tragedi

Melindungi bangsa segenap tumpah darah
tertib dunia dasar damai abadi
Belum jadi kehendak besar
Ya…karna rumah kami sedang kecolongan




Serpong, 15 Januari 2016





Keterangan:
Puisi dibuat sebagai duka penulis atas tragedi Sarinah Jakarta, 14 Januari 2016






0 komentar:

Posting Komentar

Search

Bookmark Us

Delicious Digg Facebook Favorites More Stumbleupon Twitter