Aku termangu di pematang sawah
Bersandar pada sebuah gubuk
Bertanya kepada alam
yang ditemani kicauan pipit
“Surgaku…siapa yang merampas
keanggunanmu?” pekik ku
Tak satupun menjawab
Kuulangi kalimat yang sama
“Surgaku…siapa yang merampas
keanggunanmu?”
Aku terdiam sesaat
Tak ubahnya keadaan semula
Yang tak ada jawabnya
Sepintas dari kejauhan
Tampak penjahat lahan mendengus angkuh
Dibalik cerutu kecilnya yang
menggumpal
Memaksa petani tak berdaya
Mengerahkan hak miliknya
Sementara isterinya yang membuncit
Tak kuasa menahan kepedihan
Lalu menggendong si bungsu
Yang merengek pada mainan Cina
Berhentilah ketegangan itu
Disambut kumandang Azan
Yang semula meletihkan
Terasa hidup kembali
Tapi tak seperti awal
Seperti senja disore hari sebelumnya…
Gunung Sindur, 27 mei 2014


0 komentar:
Posting Komentar